Minggu, 19 Juli 2015

Biologi XI - Kontrasepsi

KONTRASEPSI

A. Pengertian
Kontrasepsi berasal dari dua kata, yaitu kontra dan konsepsi. Kontra berarti menolak, konsepsi berarti pertemuan antara sel telur wanita (ovum) yang sudah matang dengan sel mani pria (sperma) sehingga terjadi pembuahan dan kehamilan. Dengan demikian kontrasepsi adalah mencegah bertemunya sel telur yang matang dengan sel mani pada waktu bersenggama, sehingga tidak akan terjadi pembuahan dan kehamilan (Farrer, 2001).

B. Cara Kerja
Pada dasarnya prinsip kerja kontrasepsi adalah meniadakan pertemuan antara sel telur (ovum) dengan sel mani (sperma) dengan cara :
1. Menekan keluarnya sel telur (ovum)
2. Menghalangi masuknya sperma ke dalam alat kelamin wanita sampai mencapai ovum
3. Mencegah nidasi

C. Jenis

1. METODE ALAMI 

a. Koitus Interuptus (Sanggama Terputus)
Metode ini dapat mencegah terjadinya pembuahan yang berujung pada kehamilan. 
1) Pengertian
Coitus Interruptus dapat diartikan sebagai senggama terputus atau dalam artian penis dikeluarkan dari vagina sesaat seblum ejakulasi terjadi. Membutuhkan partisipasi yang besar dari pasangan Anda.
2) Cara kerja
Dengan cara ini diharapkan cairan sperma tidak akan masuk kedalam rahim serta mengecilkan kemungkinan bertemunya sperma dengan sel telur yang dapat mengakibatkan terjadinya pembuahan.
3) Keuntungan
- Murah
- Tidak perlu repot-repot datang ke tenaga kesehatan
- Bisa digunakan oleh ibu yang mempunyai tekanan darah tinggi
4) Kerugian
- Faktor kegagalan cukup tinggi jika pasangan tidak bisa bekerja sama dengan baik

b. Sistem Kelender (Pantang Berkala/ogino-knaus )
1)Pengertian
Metode ini disebut juga dengan The Rhythm Method. 
Jika cara ini jadi pilihan maka pengetahuan kita tentang masa subur atau fertility awareness harus tinggi. kita harus mengetahui dengan tepat masa subur atau saat yang paling memungkinkan kita mengalami kehamilan. 
Bila kita emang ingin menunda kehamilan, maka pada saat tubuh memasuki masa subur tundalah keinginan berhubungan intim dengan pasangan. Atau kita tetap melakukan hubungan seksual tapi menggunakan kondom. 
dianjurkan untuk memperhatikan terlebih dahulu siklus mentruasi kita selama 3 bulan kalau perlu 6 bulan guna mendapatkan perhitungan waktu siklus mentruasi yang tepat, 
secara umum masa "aman" seorang wanita adalah 2 hari setelah mentruasi hingga 20 hari menjelang mentruasi berikutnya buat yang memiliki siklus haid pendek.
Jika siklus menstruasi kita panjang, maka masa "aman" 2 hari setelah haid hingga 16 hari menjelang menstruasi yang akan datang. 
Namun perlu di ingat sebenarnya masa subur sangat sulit ditebak dengan pasti jadi masih ada kemungkinan Anda mengalami "kebobolan"

c. Metode Amenore Laktasi
1) Pengertian
Metode kontrasepsi yang digunakan dengan cara menyusui bayinya secara eksklusif selama 6bln tanpa tambahan makanan apapun dengan syarat ibu belum kembali kesuburannya (menstruasi)
2) Efektifitas
Efektifitas MAL mencapai 98%
3) Cara Kerja
Cara kerja dari MAL yaitu menghambat ovulasi
4) Syarat yang boleh menggunakan MAL
- Klien yang belum mendapatkan haid setelah melahirkan
- Umur bayi kurang dari 6 bulan
- Menyusui Eksklusif
5) Keuntungan
- Murah
- Tidak perlu repot-repot datang ke tenaga kesehatan
-Tidak mengganggu hubungan seksual
- Tidak mengganggu produksi ASI
6) Kerugian
-Tidak bisa digunakan bila klien bekerja / berpisah dengan bayinya lebih dari 6 jam
- Tidak bisa mencegah dari PMS (Penyakit Menular Seksual)

2. METODE PERLINDUNGAN (Barrier) 

a. Kondom

1) Pengertian
Kondom digunakan pada fenis pria untuk mencegah sperma bertemu sel telur ketika terjadi ejakulasi.

2) Efektivitas
Penggunaan kondom cukup efektif selama digunakan secara tepat dan benar. 

3) Cara Kerja
Mencegah masuknya sperma ke alat kelamin wanita sampai ke ovum

4) Keuntungan
- Mudah digunakan
- Tidak membutuhkan bantuan medis untuk memakai.
- Bisa menlindungi dari PMS
- Mudah didapat
- Tidak Merepotkan

5) Kerugian
- Kegagalan terjadi jika kondom bocor, robek


6) Efek Samping
- Kondom dapat tertinggal di dalam alat kelamin ibu
- Ibu bisa mengeluh keputihan yang banyak dan berbau
- Terjadi infeksi ringan

b. Spermatisida 

1) Pengertian
Bahan atau substansi yang dapat me-non-aktifkan sperma sebelum sperma masuk ke rongga rahim.
Sediaannya ada dalam berbagai bentuk : cream, gel, busa, film, suppositoria dan tablet. Umumnya mengandung bahan kimia yang dinamakan nonoxynol-9, yang bisa membunuh sperma.




2) Efektitas
Efektifitasnya jika dipakai tanpa kombinasi sekitar 71 %, artinya dari 100, yang gagal (menjadi hamil) sekitar 29% dalam pemakaiannya selama setahun.

3) Efek Samping
- Iritasi vagina oleh spermatisida dapat meningkatkan risiko penyakit menular seksual.
- Dapat menyebabkan infeksi di saluran kencing dan vagina.

c. Vagina Diafragma / Kap serviks ( cervical cap)

1) Pengertian
Lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. 

2) Cara Kerja
Diafragma atau cervical cap berguna untuk menutupi uterus sehingga mencegah sperma membuahi sel telur

3) Efektifitas
Efektifitasnya alat kontrasepsi ini bisa menurun bila terlalu cepat dilepas kurang dari 8 jam setelah senggama.


4) Keuntungan
- Tidak mengganggu produksi ASI
- Bisa menghambat keluarnya darah haid

5) Kerugian
- Mahal
- Kegagalan Tinggi
- Harus ke tenaga kesehatan
- Tidak nyaman

6) Efek samping
- Resiko infeksi tinggi

d. IUD (Intrauterine Device) = AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) 

1) Pengertian
Teknik kontrasepsi ini adalah dengan cara memasukkan alat yang terbuat dari tembaga kedalam rahim.

2) Cara Kerja
- Menimbulkan reaksi keradangan lokal dalam endometrium kavum uteri sehingga menghambat terjadinya penempelan sel telur yang telah dibuahi ke dinding rahim.
- IUD diduga juga menghambat motilitas tuba sehingga memaksa sperma "berenang" melawan arus.


3) Efektifitas
Efektivitasnya bisa mencapai 98%, layaknya seperti pil, IUD juga mudah mengembalikan kesuburan Anda.

4) Keuntungan
- Bisa digunakan untuk metode jangka panjang
- Bisa digunakan untuk klien yang mempunyai tekanan darah tinggi
- Tidak mengganggu produksi ASI

5) Kerugian
- Mengganggu hubungan seksual
- Harus datang ke tenaga kesehatan untuk memasang, melepas, dan kontrol
- Mahal
- Tidak bsa mencegah darib PMS

6) Efek Samping
- Amenorhea
- Spoting / perdarahan bercak
- Nyeri






3. METODE HORMONAL

a. Pil KB
 


1) Jenis pil dan Pengertian
a) Minipil yaitu alat kontrasepsi jenis pil yang hanya mengandung hormon progesteron. Pil ini cocok untuk ibu menyusui.
b) Pil Kombinasi yaitu alat kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron.

2) Cara Kerja
- mencegah pelepasan sel telur
- mengentalkan lendir sehingga sperma sulit bertemu dengan sel telur

3) Efektifitas
Pil ini mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi (99%) bila digunakan dengan tepat dan secara teratur. 

4) Keuntungan
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Kesuburan cepat kembali
- Membuat menstruasi teratur, 
- Mengurangi kram atau sakit saat menstruasi. 

5) Kerugian
- Bisa menambah/mengurangi berat badan
- Harus selalu mengingat-ingat minum pil
- Tidak bisa mencegah dari PMS

6) Efek Samping
- Mual, muntah
- Amenorhea
- Spotting


b. Suntik KB


1) Pengertian
Alat kontrasepsi suntik yang hanya mengandung hormon progesteron yan di berikan setian 3 bulan sekali / 12 minggu sekali.

2) Cara Kerja
- mencegah pelepasan sel telur
- mengentalkan lendir sehingga sperma sulit bertemu dengan sel telur

3) Efektifitas
Efektifitasnya tinggi sekitar 99% bila digunakan secara teratur

4) Keuntungan
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Tidak mengganggu produksi ASI
- Cocok digunakan bagi klien yang pelupa (lupa minum pil)

5) Kerugian
- Kesuburan lama kembali
- Tidak melindungi dari PMS
- Tidak boleh digunakan untuk wanita perokok
- Kegemukan

6) Efek Samping
- Amenorhea
- Spotting

c. Susuk KB Implant/susuk KB

1) Pengertian
Alat kontrasepsi dengan cara memasukkan tabung kecil di bawah kulit pada bagian tangan yang dilakukan oleh dokter Anda.

2) Cara Kerja
- Mengentalkan lendir serviks
- Mengurangi proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi
- Menekan ovulasi

3) Efektifitas
Sangat efektif (kegagalan 0,2-1 kehamilan per 100 perempuan)

4) Jenis Implan
- Norplant : terdiri dari 6 batang dan lama kerja 5 tahun
- Implanont : terdiri dari 1 batang lama kerja 3 tahun
- Indoplant dan Jadena : terdiri dari 2 batang dengan lama kerja 3 tahun.

5) Keuntungan
- Daya guna tinggi
- Perlindungan jangka panjang
- kesuburan cepat kembali
-Tidak memerlukan pemeriksaan dalam

6) Kerugian
- Membutuhkan tindakan insisi
-Tidak melindungi dari PMS
- Tidak dapat menghentikan pemakaian sendiri

7) Efek Samping
- Amenorhea
- Spotting
- Ekspulsi
- Infeksi pada daerah insisi


4. METODE KONTRASEPSI PERMANEN (KONTRASEPSI MANTAP=KONTAP)

a. Sterilisasi
1) Pengertian
Saluran telur pada wanita disumbat dengan cara diikat, dipotong atau dilaser. 
Sterilisasi pada wanita ini juga bisa dilakukan dengan pengangkatan rahim.
Cara kontrasepsi ini bersifat permanent.
Sedangkan pada kaum pria, sterilisasi dilakukan dengan cara memotong saluran sperma. 
Jika kita ingin jalani kontrasepsi ini, sebaiknya usia anak bungsu Anda telah melewati masa balita. hal ini sekedar berjaga-jaga jika suatu saat Anda masih berniat untuk hamil kembali.






Kontrasepsi berasal dari dua kata, yaitu kontra dan konsepsi yang disatukan menjadi kontrasepsi yaitu upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Upaya itu dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Kontrasepsi hormonal merupakan salah satu dari metode-metode paling efektif untuk mengontrol fertilitas secara reversible. Kontrasepsi hormonal adalah salah satu cara untuk mencegah kehamilan yang berisi hormon steroid. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suatu metode kontrasepsi yang aman/ tidak berbahaya, dapat diandalkan, sederhana, murah, dapat diterima oleh orang banyak, dan pemakaian jangka panjang.

Kontrasepsi Sterilisasi Yaitu pencegahan kehamilan dengan tubektomi (pada wanita) atau vasektomi (pada pria). Proses sterilisasi ini harus dilakukan oleh ginekolog (dokter kandungan). 

Tubektomi, yaitu pemotongan saluran indung telur (tuba falopii) sehingga sel telur tidak bisa memasuki rahim untuk dibuahi. Tubektomi bersifat permanen. Walaupun bisa disambungkan kembali, namun tingkat fertilitasnya tidak akan kembali seperti sedia kala. 

Vasektomi, yaitu memotong saluran sperma yang menghubungkan buah zakar dengan kantong sperma, sehingga tidak dijumpai lagi bibit dalam ejakulasi seorang pria.

Kontrasepsi Teknik
Coitus Interruptus  (senggama terputus): ejakulasi dilakukan di luar vagina. Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan biasanya terjadi karena ada sperma yang sudah keluar sebelum ejakulasi, orgasme berulang atau terlambat menarik penis keluar. 
Sistem kalender (pantang berkala): tidak melakukan senggama pada masa subur, perlu kedisiplinan dan pengertian antara suami istri karena sperma maupun sel telur (ovum) mampu bertahan hidup s/d 48 jam setelah ejakulasi. Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan karena salah menghitung masa subur (saat ovulasi) atau siklus haid tidak teratur sehingga perhitungan tidak akurat.
Prolonged lactation atau menyusui, selama 3 bulan setelah melahirkan saat bayi hanya minum ASI dan menstruasi belum terjadi, otomatis Anda tidak akan hamil. Tapi begitu Ibu hanya menyusui < 6 jam / hari, kemungkinan terjadi kehamilan cukup besar.

 Kontrasepsi Mekanik 
Kondom: Efektif 75-80%. Terbuat dari latex, ada kondom untuk pria maupun wanita serta berfungsi sebagai pemblokir / barrier sperma. Kegagalan pada umumnya karena kondom tidak dipasang sejak permulaan senggama atau terlambat menarik penis setelah ejakulasi sehingga kondom terlepas dan cairan sperma tumpah di dalam vagina.
Spermatisida: bahan kimia aktif untuk 'membunuh' sperma, berbentuk cairan, krim atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum senggama. Efektivitasnya 70%. Dan bisa menyebabkan reaksi alergi. Kegagalan sering terjadi karena waktu larut yang belum cukup, jumlah spermatisida yang digunakan terlalu sedikit atau vagina sudah dibilas dalam waktu < 6 jam setelah senggama.
Vaginal diafragma: lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim  bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. Efektivitasnya sangat kecil, karena itu harus digunakan bersama spermatisida untuk mencapai efektivitas 80%. Cara ini bisa gagal bila ukuran diafragma tidak pas, tergeser saat senggama, atau terlalu cepat dilepas (< 8 jam ) setelah senggama.
IUD (Intra Uterine Device) atau spiral: terbuat dari bahan polyethylene yang diberi lilitan logam, umumnya tembaga (Cu) dan dipasang di mulut rahim. Efektivitasnya 92-94%. Kelemahan alat ini yaitu bisa menimbulkan rasa nyeri di perut, infeksi panggul, pendarahan di luar masa menstruasi atau darah menstruasi lebih banyak dari biasanya.

Kontrasepsi Hormonal 
Kontrasepsi Pil, adalah alat kontrasepsi yang berbentuk tablet yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan, mengandung hormone estrogen dan progesterone. Pil KB terdiri dari pil oral kombinasi (POK), mini pil, dan morning after pil. 
Kontrasepsi Suntik, adalah alat untuk mencegah kehamilan, penggunaannya dilakukan dengan jalan menyuntikan obat tersebut. Terdiri dari depoprovera setiap tiga bulan, norigest setiap sepuluh minggu, dan cyclofem setiap bulan.
Kontrasepsi Implant/ Norplant, adalah alat kontrasepsi yang dipasang dibawah kulit lengan atas wanita, terdiri dari enam kapsul kecil berisi 36mg progestin levonorgestrel, setiap kapsul terdiri dari nortplant (setiap lima tahun) dan implant (setiap tiga bulan).


2 komentar:

  1. VideoNite Forum | Vidl
    Feb 25, 2018 · 3 posts · youtube mp4 1 authorBET, Youtube, YouTube · 7 views. youtube. Watch · 6 years ago; YouTube · YouTube. https://youtu.be/Qc7p4x2kPzY - YouTube_

    BalasHapus
  2. Best Bet in Singapore: How to Get the best deposit bonus
    Learn how to get 논산 출장안마 a free bet in Singapore 대전광역 출장안마 at JTM 원주 출장마사지 Hub. We provide 정읍 출장샵 you 순천 출장샵 with the best odds and promotions and offers.

    BalasHapus